Wednesday, January 12, 2011

Akal Bulus Gayus

Gayus HP Tambunan alias Sony Laksono memiliki seribu akal untuk mengelabui aparat.Sehingga, dia bisa berjalan-jalan ke Bali, dan luar negeri di tengah kasus mafia pajak yang melilitnya. Dia juga terkang tertawa, menangis, marah, dan tanpa ekspresi. Perilaku seperti itu mirip ciri-ciri seorang psikopat. Harta Gayus disebut-sebut di atas Rp 100 Miliar.

Rekreasi ketika ditahan di Rutan Mako Brimob:
1. September 2010 jalan-jalan ke Macau, Kualalumpur, Singapura, dan Guang-zou, China. Dia bisa pergi setelah menyuap kepala rutan dan membuat paspor atas nama Sony Laksono. Gayus pakai wig dan berkaca mata.
2. Jumat, 5 November 2010, pertandingan tenis antara Daniela Hantichova melawan Yanina Wickmayer dalam
Commonwealth Bank Tournament of Champion di Nusa Dua, Bali. Dia membooking hotel dan tiket pesawat atas nama Sony Laksono.

Ingin mengusut kasus korupsi:
1. Pada 4 Juni 2010, juru bicara polisi mengatakan, Gayus disuap oleh149 perusahaan yang meminta perhitungan ulang pajak mereka.
2. Rabu, 8 Desember 2010, mengaku menerima duit total Rp 35 Miliar dari tiga perusahaan Bakrie, yaitu Kaltim Prima Coal(KPC), Bumi Resources, dan Arutmin. Tapi, Gayus merasa uang itu bukan suap melainkan fee.
3. Senin, 3 Januari 2011, Gayus menyatakan pledoi bertajuk "Indonesia Bersih...Polisi dan Jaksa Risih... Saya Tersisih"
4. Senin, 10 Januari 2011, Gayus menyampaikan duplik dan ingin menjadi staf ahli Kepala Polri, Jaksa Agung, atau Ketua KPK, untuk memberantas korupsi
Dia janji dua tahun kasus korupsi di Indonesia beres.

Ekspresi berubah-ubah:
1. Menangis di depan persidangan di PN Jakarta Selatan pada senin(15/11). Dia mengatakan "Saya kangen anak-anak dan istri." Dia meminta majelis hakim bersifat objektif dan tidak memiskinkannya.
2. Sering tertawa  dan bergaya pakai kacamata hitam ketika mendatangi Gedung PN Jaksel di Jalan Ampera, Cilandak, Jaksel.

Kutipan
"Jadikan saya staf ahli Kapolri, atau staf ahli Jaksa Agung, atau staf ahli Ketua KPK. Akan saya bantu Kapolri atau Jaksa Agung atau Ketua KPK untuk menangkap big fish, bukan hanya kakap, melainkan paus dan hiu." Gayus, Senin(10/1), di PN Jaksel.

"Kalau perusahaan kecil, fee itu mungkin besar. Kalau perusahaan besar, fee itu kecil. Tapi bagi saya, itu besar" kata Gayus di PN Jaksel, Selasa 28 September 2010 tentang fee dari perusahaan grup Bakrie.

Rizky Ilyas Ramadhan
(Google, DetikNews)

0 comments:

 

blogger templates | Make Money Online